Sinyal Analog dan Sinyal Digital

  1. Sinyal analog
Sinyal analog adalah signal yang berupa gelombang elektro magnetik dan bergerak atas dasar fekuensi. Frekuensi adalah jumlah getaran bolak balik sinyal analog dalam satu siklus lengkap per detik. Satu siklus lengkap terjadi saat gelombang berada pada titik bertegangan nol, menuju titik bertegangan positif tertinggi pada gelombang, menurun ke titik tegangan negatif dan menuju ke titik nol kembali (lihat gambar). Semakin tinggi kecep[atan atau frekuensinya semakin banyak siklus lengkap yang terjadi pada suatu periode tertentu. Kecepatan frekuensi tersebut dinyatakan dalam hertz. Sebagai contoh sebuah gelombang yang berayun bolak balik sebanyak sepuluh kali tiap detik berarti memiliki kecepatan sepuluh hertz.


SENSOR SUHU DAN PENGKONDISI SINYAL

I. SENSOR SUHU DAN PENGKONDISI SINYAL

1.1 Tujuan

  1.  Untuk mengetahui cara kerja Sensor Suhu dan Pengkondisi Sinyal
  2. Agar Mahasiswa dapat mengetahui cara pengoprasian Sensor Suhu dan Pengkondisi Sinyal
  3. Untuk mengetahui kegunaan dari Sensor Suhu dan Pengkondisi Sinyal
  4. Untuk mengetahui pengaplikasian dari Sensor Suhu dan Pengkondisi Sinyal


1.2 Dasar Teori
1.2.1 Sensor Suhu LM35
           
Untuk mendeteksi suhu digunakan sebuah sensor suhu LM 35 yang dapat dikalibrasikan langsung dalam , LM 35 ini difungsikan sebagai basic temperature

RESISTOR

  • PENGGERTIAN RESISTOR


Resistor adalah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Ohm:

Resistor digunakan sebagai bagian dari jejaring elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).

Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi.

PENGENDALIAN OUTPUT LED

PRAKTIKUM 1

PENGENDALIAN OUTPUT LED

1.1       Tujuan Instruksional Khusus
·         Dapat mengetahui cara mengakses output port mikroprosesor
·         Dapat melakukan interface mikroprosesor dengan output LED
·         Dapat melakukan pemrograman mikroprosesor untuk mengakses output LED

1.2       Dasar Teori
LED  (Light  Emmitting  Diode)  merupakan  sebuah  piranti  elektronika  yang  bekerja seperti dioda dan memancarkan cahaya apabila diberi tegangan maju. Terkadang kita membutuhkan sesuatu yang dapat menyala untuk memberitahukan apa yang  sedang  terjadi,  dan  LED  merupakan  piranti  sederhana  yang  sesuai  untuk kebutuhan tersebut.

Gambar 1.1 Bentuk fisik LED dan simbolnya


LED pada mikrokontroler umumnya digunakan sebagai perangkat output atau sebagai indikator.  LED  dapat  secara  langsung  dihubungkan  ke  port-port  di  mikrokontroler. Untuk mengakses port-port mikrokontroler, kita dapat menggunakan register P0, P1, P2, dan P3.

Pendahuluan Mikrokontroler


Mikrokontroler, jika diterjemahkan secara harfiah, berarti pengendali yang berukuran mikro. Sekilas mikrokontroler hampir sama dengan mikroprosesor. Namun mikrokontroler memiliki banyak komponen yang

terintegrasi didalamnya, misalnya timer/counter. Sedangkan pada mikroprosesor, komponen tersebut tidak terintegrasi. Mikroprosesor umumnya terdapat pada komputer dimana tugas dari mikroprosesor adalah untuk memproses berbagai macam data input maupun output dari berbagai sumber. Mikrokontroler lebih sesuai untuk tugas-tugas yang lebih spesifik.


Gambar 1. Perbedaan Mikrokontroler dengan Mikroprosesor 


MCS-51 pertama kali dikembangkan oleh Intel Corporation pada tahun 70-an sehingga dapat dibilang usia

Contoh Judul Proposal Tugas Akhir

RANCANG BANGUN SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR MELALUI SMS BERBASIS MIKROKONTROLLER

I. PENDAHULUAN
2.1.            Latar Belakang
Kawasan perumahan di daerah sekitar sungai besar merupakan daerah rawan banjir. Apabila terjadi hujan yang intensitasnya tinggi, maka akan menimbulkan banjir. Terjadinya banjir dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi masyarakat. Untuk mengetahui secara lebih cepat datangnya banjir maka di perlukan suatu sistem peringatan dini bencana banjir yang bisa membaca tanda-tanda datangnya banjir. Dalam hal ini permasalahan yang ingin diteliti yaitu level ketinggian air di permukaan sungai. Untuk penerapan sistem peringatan dini bencana banjir di perlukan teknologi yang sesuai. Salah satu teknologi yang sering dipakai dalam pembuatan sistem berbasis teknologi adalah mikrokontroler yang memiliki banyak kelebihan diantaranya bisa bekerja otomatis, bekerja realtime 24 jam, bisa diintegrasikan dengan alat input output lain, membutuhkan daya yang rendah, tahan lama, dan lain-lain.

Filtering Time Constants = 0 ms yang terdapat pada LUCAS-NULLE PID

Pada praktikum ini, pengujian sistem dilakukan secara manual yaitu dengan mengatur Filtering Time Constants = 0 ms yang terdapat pada LUCAS-NULLE PID controller Programme and Configure. Dapat dilihat pada tabel berikut ini.

PID Controller Parameters
P-action Element
Kp = 1
I-action Element
off
D-action Element
off
Setpoint (Reference) Variable
source
Manual
Filter
N/A
Controlled Variable
Input
Analog [x1]
Filter Time Constants
0 ms
Manipulated Variable
Limit
0 ... 100%
Scaling Range
+/- 100%
Scaling Offset
0 %
Output
+/- Y max
Options
Controller Cycle Time
1 ms
No. Of Measurement
300
Disturbance Variable Output
off
Continous Controller Operation
off


Keterangan :
1.      Kontrol P= 1, I =0, dan D=0
2.      Penyaringan (Filter) level dari Tank dilakukan secara manual.
3.      Filter Time Constants diberikan = 0 ms
4.      Input variabel yang dikontrol yaitu level cairan pada Tank dengan skala 0 – 100%
5.      Gangguan (Disturbance Variable) tidak diberikan (Off)
6.      Pengontrolan sistem berlangsung ketika sistem mulai melakukan pengisian pada level 0% sampai level berada ada skala 100%, sistem tidak dilakukan secara kontinu atau terus menerus (Continous Controller Operation = Off).
Setelah mengatur parameter pengontrolan sesuai dengan tabel, program dapat dijalankan dan hasilnya ialah sebagai berikut :

ALAT ALAT KERJA LISTRIK

ALAT ALAT KERJA LISTRIK Tang Potong Tang buaya Tang Kombinasi Tespen